Showing posts with label trip. Show all posts
Showing posts with label trip. Show all posts

Sunday, June 23, 2013

Hostel Murah di Bandung

Holy potato! Udah sepuluh abad (not really) rasanya nggak ngeblog. Mumpung ada waktu (baca : sedang tidak dalam youfuckinglazyass mode), sekarang gue mau cerita sedikit pengalaman gue nomad di Bandung akhir Mei lalu. Dalam rangka apa? Menikah siri dengan Chino Moreno. You mad?

Gue sampai di Bandung tiga hari sebelum kedatangan Deftones yang tampil di The Venue tanggal 30 Mei 2013. Jujur, gue blah bloh banget soal Bandung, terakhir kesana beberapa tahun yang lalu. Malam sebelum keberangkatan, gue browsing penginepan di tengah kota dan dekat stasiun kereta. Pilihan jatuh ke Zzz Express Backpackers Hostel di daerah Pasirkaliki, kurang dari 10 menit dari stasiun Bandung dengan naik ojek. Oh iya, sebelumnya gue booking via telfon yang ternyata lebih murah 10 ribu rupiah daripada kalau booking online. Per malam, hostel ini mematok tarif 100 ribu rupiah.
Zzz Express Backpackers Hostel terletak di kompleks Paskal Hypersquare blok D2. Di sekitar hostel banyak rumah makan, minimart, butik, karaoke. Bangunannya minimalis seperti ini :
Hostel menyediakan dormitori berkapasitas 6 bed dan 10 bed. bisa pilih juga mau kamar cewek atau cowok. Tiap bed dilengkapi dengan loker, lampu baca dan colokan listrik. Kamar ber-AC dengan tempat tidur yang bersih dan nyaman. Karena gue datang saat weekday, jadi gue tinggal di kamar sendirian, dikelilingi lima bed kosong hehe. Kamar mandi dan toilet ada di luar kamar, walaupun ruangannya kecil, namun bersih dengan shower air panas.
Kalau bosan di kamar, bisa turun ke lantai bawah. Dapurnya jadi satu dengan ruang tamu bersofa empuk dimana kita bisa nonton TV, pakai fasilitas komputer atau ngobrol - ngobrol dengan sesama tamu hostel.
Pagi hari sebelum cabut, ada sarapan yang gratis berupa roti panggang, telur dadar dan kopi. Tapi jangan manja, kamu harus bikin sendiri dan cuci peralatan masaknya setelah selesai. self service tapi cukup menyenangkan sih. :)

Walaupun fasilitasnya basic banget, tapi worth it banget kok. Gue cuma nginep semalam disini, bukan karena nggak puas tapi karena harus pindah penginepan ke daerah Setiabudi. Gue rekomendasikan Zzz Express Backpackers Hostel ini buat yang pengen jalan - jalan bandung dengan budget terbatas. Lebih murah kalau rame - rame. Kalau nginepnya lebih dari dua malam juga bisa dapat diskon lho. 


Zzz Express Backpackers Hostel
Paskal Hypersquare D2, Bandung
Tel: 022-96083105/87786212
Rate : 100 rb/malam

Hari berikutnya gue menuju Setiabudi, karena harus koordinasi dengan pihak Heaven Record soal kedatangan Deftones. Turun dari angkot, eh langsung ujan. Mana belom dapet guesthouse atau hotel lagi. Di seberang jalan liat ada Surabi Roemah Imoet, maksudnya mau makan tapi weittss... ternyata mereka juga punya kos - kosan yang disewakan harian di area belakang. Karena cuma lima menit jalan dari kantor Heaven, ya udah langsung booking aja, per malam 300 ribu. Rada mehong ya booo (*nangis*). Sorenya iseng jalan liat guesthouse lain, ternyata ada yang cuma 175 ribu per malamnya. Jadi saran gue, kalau di daerah Setiabudi muter - muter aja dulu, banding - bandingin harga sebelum memutuskan mau nginep dimana. Tapi Roemah Imoet ini juga lumayan enak kok. Kamar tidur dan kamar mandi bersih, ber-AC, tv kabel, dan kalau mau makan tinggal pesen aja ke depan. 


Disini gue juga cuma tinggal satu malam aja, pagi buta sudah cabut untuk ke bandara buat jemput Deftones.

Roemah Imoet
Jl. Setiabudi 194 Bandung
Tel : 022-2012180
Rate : 300-400 ribu/malam                                                         
     

Friday, December 14, 2012

MAGISNYA RIBUAN LAMPION DI BAWAH CAHAYA PURNAMA



Perayaan Tri Suci Waisak kali pertama diselenggarakan di pelataran Candi Borobudur pada tahun 1953 atas prakarsa Mahabiksu Ashin Jinarakkhita, orang Indonesia pertama yang menjadi Bhikkhu sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit. Selama 59 tahun, ritual keagamaan untuk memperingati hari kelahiran, pencapaian kesempurnaan dan wafatnya Siddharta Gautama yang jatuh saat bulan Purnama Siddhi ini terus menarik minat umat Buddha dan belakangan dari seluruh penjuru dunia.


Detik - detik Tri Suci Waisak 2556 (6/5) dilaksanakan pada pukul 10:34:49 di Candi Mendut. Prosesi ritual kemudian dilanjutkan dengan Pawai Puja Bakti, dimana ribuan umat Buddha dari berbagai Sangha berjalan kaki mengantarkan api berkah dan air suci menuju Candi Borobudur yang berjarak 3 km dari Candi Mendut.


Hujan yang turun sejak siang hari tak menyurutkan niat umat Buddha dari berbagai Vihara untuk mengikuti prosesi puncak upacara Tri Suci Waisak di pelataran Candi Borobudur pada malam harinya. Bhikkhu Lung Po Liam mengajak para Bhikku dan Bhikkuni serta seluruh umat untuk melakukan doa dan meditasi, memohon agar hujan dipindahkan ke tempat lain. Getaran doa suci menghentikan hujan beberapa menit kemudian. Bulan purnama yang tertutup awan gelap mulai memancarkan cahayanya. Sungguh peristiwa yang menggetarkan hati, tak sadar air mata menetes menyaksikan keajaiban yang baru saja terjadi.

Prosesi berikutnya adalah Ritual Pradaksina atau berjalan searah jarum jam mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali. Cahaya lilin yang dibawa umat saat ritual ini semakin menambah suasana khidmat.


Pelepasan lampion perdamaian menutup rangkaian Perayaan Tri Suci Waisak. Inilah salah satu acara yang paling dinantikan. Seribu lampion kertas beterbangan memenuhi langit Borobudur, membawa serta ribuan doa dan harapan yang dipanjatkan baik oleh umat Buddha maupun pengunjung umum.

Ada yang menarik Perayaan Tri Suci Waisak tahun ini. Wisatawan yang datang nampak bertambah dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sebagian besar tampil begitu stylish. Berani taruhan, wajah – wajah baru ini pasti datang setelah menonton film Arisan 2 karya Nia Dinata. Syuting film yang dilaksanakan pada saat Waisak tahun lalu rupanya begitu menghipnotis penonton, mengantarkan mereka untuk merasakan sendiri pengalaman magis dan sakral di Borobudur.


Tips : Selama ini ada saja wisatawan atau fotografer yang sangat tidak sopan dan  mengganggu prosesi ritual. Mereka berlalu lalang serta mengambil gambar dengan lampu flash yang menyilaukan dari jarak yang amat dekat saat umat maupun Bikkhu/Bikkhuni sdang khusyuk bermeditasi atau berdoa. Percuma memiliki kamera dan tehnik yang canggih namun melupakan toleransi dan etika. Jika anda bukan penganut agama Buddha, jadilah tamu yang santun saat Perayaan Tri Suci Waisak di Borobudur.

KRIYA RIK ROK, PENSIL GAUL ANTI BORING



Tak terlalu jauh dari Candi Pawon yang letaknya tepat di sumbu garis penghubung Candi Mendut dan Candi Borobudur, anda bisa mampir ke Kriya Rik Rok di desa Wanurejo. Mungkin inilah salah satu tempat pembuatan cinderamata khas pedesaan Borobudur. Asal tahu saja, dari 120 jenis kerajinan yang dijual oleh para pedagang di kompleks wisata Candi Borobudur, hanya ada 6 kerajinan yang merupakan karya asli dari penduduk sekitar.


Berbagai cinderamata unik seperti gantungan kunci, bolpoin, serta mainan dan patung – patung kayu yang berukuran kecil bisa anda dapatkan disini. Tapi yang paling khas adalah ‘pensil gaul’ yang terbuat dari Pohon Nyamplung (Calophyllum inophyllum)  serta bahan – bahan ramah lingkungan lain seperti sisa akar wangi, pelepah pisang dan kain perca. Bagian ujung atas ‘pensil gaul’ ini berhiaskan boneka kecil dengan bermacam karakter, misalnya gadis bali dan gadis jawa yang terlihat cantik dengan rambut panjang dan kostum warna – warni.


Tips : Cukup dengan tiga ribu rupiah, anda bisa menghias dan membawa pulang pensil gaul hasil kreasi sendiri, lho!

KRIYA KAYU RIK ROK
Jl. Umbul Tirto No. 1, Wanurejo, Borobudur
Tel : Bapak Purwanto (08122779184)
Email : tingal_art@yahoo.com

KLIPOH, DESA PARA SENIMAN GERABAH



Desa Klipoh merupakan sentra pembuatan gerabah di Kabupaten Magelang. Tak heran jika sejak pagi anda dapat menyaksikan aktifitas warga yang sibuk memutar perbot yang berfungsi untuk membentuk tanah liat menjadi gerabah. Tiap rumah rata – rata juga memiliki gubug penuh dengan jerami yang dipakai untuk membakar gerabah setelah melalui proses penjemuran. Tak ada alat – alat modern, semuanya tradisional.

Di Workshop Gerabah Arum Art milik Bapak Supoyo, anda bisa belajar membuat gerabah dengan bermacam – macam bentuk seperti asbak, mangkok, ataupun miniatur candi. Walaupun terlihat mudah, ternyata membuat gerabah memang butuh tehnik khusus. Meski gagal bergaya luwes seperti Demi Moore di film ‘Ghost’, tapi tentu anda akan merasa bangga melihat gerabah buatan sendiri!

Tips : Setelah belajar membuat gerabah, berikan tip 10 – 15 ribu rupiah untuk pelatih anda. Jika anda menginap, gerabah bisa diambil di hari berikutnya tanpa perlu membayar lagi. Jika tidak, minta saja untuk dikirim ke alamat anda. Jangan lupa bayar biaya posnya, ya.

GERABAH ARUM ART
Desa Klipoh, Banjaran I, Borobudur
Tel : Bapak Supoyo (085927452946)

SUNRISE VIEW DARI PUNTHUK SETUMBU


Perbukitan Menoreh memiliki beberapa spot favorit bagi pecinta sunrise dan fotografi. Selain Puncak Suroloyo, Punthuk Setumbu juga bisa dijadikan pilihan. Menahan kantuk dan dingin, pukul empat pagi kami berangkat menuju Punthuk Setumbu. Bukit yang berada di desa Karangrejo hanya berjarak 2 km dari desa Bumisegoro.


Setelah memarkir kendaraan kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang cukup terjal ke puncak bukit selama kurang lebih 25 menit. Saya jadi seperti salah kostum karena heboh dengan jaket tebal dan syal, yang ada sepanjang jalan mengeluh kepanasan, hehe. Sampai puncak, ternyata ada pasukan yang lebih dulu siap tempur, nih :)


Kami kurang beruntung pagi itu, cuaca mendung dan kabut cukup tebal. Namun tak ada penyesalan sama sekali saat cahaya matahari mulai muncul sedikit dari balik awan. Sebuah pemandangan spektakuler terhampar di depan mata. Candi Borobudur terlihat diantara rimbunnya pepohonan dan kabut. Resapi panorama itu, rasanya seperti masuk dalam mesin waktu dan mundur ke beberapa abad lalu. Truly magical!


Harusnya kami nih yang main film 5cm :(

foto oleh : Dony Alfan

Tips : Bawa air mineral,jas hujan jika datang di musim hujan [dan sebaiknya jangan datang pas musim hujan sih] dan jangan lupa memasukkan uang sekedarnya di kotak sumbangan ketika turun.

KAMPUNG HOMESTAY BUMISEGORO



Jika ingin puas mengeksplor desa – desa yang mengitari Candi Borobudur, alih – alih menginap di hotel, saya sarankan untuk menginap di Kampung Homestay Bumisegoro. Sejak tahun 2009, desa tua yang terletak di belakang kompleks Candi Borobudur ini masuk dalam desa tujuan wisata yang digulirkan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Desa lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.




Desa Bumisegoro tidak dapat dilepaskan dari sejarah Candi Borobudur. Di desa inilah H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda utusan Gubernur Jenderal Thomas Raffles pertama kali menemukan candi besar yang sebagian bangunannya terkubur di atas Bukit Borobudur. Sepanjang mata memandang, anda akan disuguhi hijaunya deretan Perbukitan, areal persawahan luas, para petani yang sibuk bekerja dan keindahan puncak stupa Candi Borobudur yang terlihat di sela – sela pepohonan rindang. 


Di desa ini terdapat sekitar 33 rumah yang dijadikan homestay. Tenang saja. Walaupun terkesan sederhana, namun rata – rata homestay terjaga kebersihan kamar mandi dan kamar tidurnya. Karena tinggal dalam satu rumah, anda wajib membaur dengan pemilik homestay. Saya bersama dua orang kawan asal Jakarta dan New York menginap di homestay Kemuning milik Bapak Munawir bersama istrinya yang begitu ramah menyambut kami. Seperti inilah suasana asli pedesaan yang tenang, hangat dan bersahabat.

Tips : Anda bisa minta tolong pemilik homestay untuk dicarikan sewa motor agar leluasa mengelilingi desa – desa tua di sekitar Bumisegoro. Biayanya cukup murah, hanya 25 – 30 ribu rupiah.

KAMPUNG HOMESTAY BUMISEGORO
Rate : 120 ribu – 150 ribu/malam. 1 kamar bisa diisi dua orang
Tel : Bapak Subkhan (083867619116)

Tuesday, November 6, 2012

Ullen Sentalu, The Classy Museum


Hari Sabtu [3/11] kemarin akhirnya berkesempatan mengunjungi Museum Ullen Sentalu yang terletak di area wisata Kaliurang. Untuk mencapai museum ini cukup mudah, yang kamu butuhkan adalah kendaraan dan google maps.  Haha! 


Menarik sekali mengikuti tour sepanjang limapuluh menit yang dipandu oleh Mbak Rina. Nama Ullen Sentalu yang terdengar eksotis rupanya adalah singkatan dari bahasa Jawa yaitu, "Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku" yang artinya kira - kira "Nyala Lampu Blencong yang memberikan pelita dalam kehidupan manusia". Di dalamnya terdapat ratusan koleksi dari Kraton Yogyakarta, Pura Pakualaman, Kraton Kasunanan Solo dan Pura Mangkunegaran. 


Mbak Rina yang menjadi pemandu kelompok mengajak kami ke ruangan yang diberi nama Gua Selo Giri, dinamakan begitu karena bahan bangunan yang digunakan untuk ruangan ini menggunakan batu dari Gunung Merapi, yang puncaknya terletak tak jauh dari Museum ini, 4km saja kira - kira. Disini, ada koleksi gamelan keraton Yogyakarta yang biasanya dimainkan saat Jumenengan. Ada juga lukisan - lukisan yang menggambarkan anggota keraton sedang membawakan beberapa tarian seperti tari Topeng dan Golek Menak yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono XI.


Melewati koridor yang panjang, terpajang koleksi foto - foto hitam putih dari para anggota keluarga kerajaan dan aktifitas mereka sehari - hari di era tahun  '20 - '40an. Keren sekali!


Ruangan yang tak kalah keren adalah Kampung Kembang yang berdiri diatas kolam. Ruangan ini berisi puisi - puisi dari para sahabat untuk Tineke yang saat itu sedang patah hati karena kisah cintanya tak mendapatkan restu dari sang bunda, yaitu ibu Ageng. Tercatat puisi - puisi tersebut dibuat mulai dari tahun 1939 - 1949. Lama juga ya bok, galaunya? :)


Selain ruangan yang berisi koleksi - koleksi berharga, ada pula sebuah restauran dan hall yang digunakan anak - anak sekitar museum untuk berlatih tari tradisional.



Jika kamu hendak kesana, perhatikan jam buka museumnya. Ullen Sentalu libur pada hari Senin. Hari Selasa - Kamis, dibuka mulai pukul 08:30 - 16:00, Sementara untuk hari Sabtu - Minggu buka mulai pukul 08:30 - 17:00.



Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik 25K [dewasa] dan 15K [5th - 16th]. Jika kamu bulay, harganya sedikit lebih mahal, 50K [dewasa] dan 25K [5th - 16th].Tiket tersebut sudah termasuk pemandu, jamu Ratu Mas yang katanya bisa bikin awet muda dan parkir gratis.


Selama tour, kita tidak diperbolehkan mengambil foto/video, membawa backpack [ada tempat penitipan], menyentuh koleksi yang dipajang dan makan/minum.  

Senang melihat sebuah museum dikelola dengan begitu profesional. Pengalaman yang didapat sepadan dengan harga yang dibayarkan. Jadi jika suatu hari kamu ke Kaliurang, jangan lupa mampir ya!

Museum Ullen Sentalu
Dalem Kaswargan Kaliurang
Ph : 0274 895161

Sunday, June 5, 2011

Thousand Lanterns Across Borobudur Sky

Image and video  hosting by TinyPic
Gue senang sekali bisa menghabiskan Hari Waisak (17/5) di Candi Borobudur lagi seperti tahun lalu. Kalau dulu cuma sampai siang, tahun ini gue bisa mengikuti seluruh ritual umat Buddha dari pagi sampai malam. Puncak acara malam itu adalah pelepasan lampion yang dilakukan setelah ritual Pradaksina dimana para bhiksu dan bhikuni mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali.

Sebelum diterbangkan ke udara, umat Buddha terlebih dahulu membuat permohonan yang ditujukan kepada Sang Buddha. FYI, lampion merupakan simbol satu parita atau doa. Maka ketika lampion itu terbang, diharapkan permohonan yang disampaikan dapat terkabul. Jangan tanya seperti apa pemandangannya setelah ratusan lampion beterbangan di udara. MAGIC!!

Malam itu adalah salah satu moment paling amazing yang pernah gue alami. Amazing karena perjalanan gue berakhir dengan menginap di kantor polisi. Hehe! But anyway, here's the views in Borobudur. Hope you guys enjoy it as much as i did.

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video  hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Saturday, October 2, 2010

WHAT TO SEE IN BALI : KECAK FIRE & TRANCE DANCE

Hello kids! Sekarang kak Adia mengajak kalian ke Ubud. Gue datang ke desa ini khusus untuk menonton pertunjukan tari Kecak. Sebenernya di Uluwatu bahkan di Kuta juga ada pertunjukan tari Legong atau Kecak. Tapi sepertinya aura mistis (cieeh) masih kental jika kita menonton di Ubud. 

Image and video hosting by TinyPic

Banyak sekali sanggar tari yang menampilkan kedua tarian ini. Bahkan masing - masing banjar (dusun yang terdiri dari beberapa RW) memiliki jadwal pertunjukan masing - masing dan setiap hari mereka tampil di Istana Ubud, Puri Agung Peliatan, Padang Tegal, Pura Dalem Ubud, Pura Dalem Taman Kaja dan Pura Padang Kertha dan masih banyak lagi.

Pertunjukan tari Kecak maupun Legong biasanya dimulai pada pukul 19.00 atau 19.30 WITA. Saran gue datang setengah jam sebelumnya biar dapet tempat paling depan.Harga tiket 75K tapi worth it banget deh! Biasanya di depan istana Ubud (di sebelah Pasar Seni Ubud) ada orang yang menawarkan tiket pertunjukan tarinya, nah pilih aja mau nonton dimana. Atau kalau bingung, kalian bisa menghubungi Ubud Tourist Information di 0361-973285. Harganya sama aja kok.

Nah, kemaren itu gue nonton Kecak di Pura Dalem Taman Kaja yang berada di desa Pakraman Ubud. Ada sekitar 140 keluarga di desa ini dan hampir seluruh warganya terlibat dalam pertunjukan tari ini yang digelar setiap Rabu dan Sabtu. Biasanya uang yang didapat dari penonton selain dipakai untuk membayar para penari juga untuk pembangunan Pura di masing - masing Banjar. 

Kecak Fire & Trance Dance terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama adalah Tari Kecak yang menampilkan sekelompok pria yang duduk secara berkeliling dan melakukan gerakan berayun, berdiri dan berbaring secara bersamaan dan alat musiknya? Mulut! Nggak ada instrument musik sama sekali, mereka bergumam atau berteriak secara ritmik dengan kompak. So awesome! Nah ceritanya sendiri sih diambil dari kisah Ramayana.

Sesi kedua adalah pertunjukan tari Sanghyang Djaran. Tumpukan sabut kelapa dibakar dan masuklah seorang penari  dengan kuda mainan yang kesurupan nginjek - injek bara api tanpa kesakitan. Tarian ini katanya untuk menjaga masyarakat dari kekuatan jahat maupun wabah penyakit. Selesai menari, bapak Dana yang bertugas menjadi penari Sanghyang Djaran langsung dikasih air suci biar sadar lagi.

Makanya udah jauh - jauh sampe Bali jangan sampai nggak nonton pertunjukan tari ini. Durasi satu jam dengan tiket seharga 75K mungkin rada mahal. Tapi kan kamu sedang liburan, cyin! Ada beberapa hal yang memang harus dibayar untuk mendapat pengalaman yang tidak kita dapatkan di kota sendiri. 

Setelah ini, kita makan makan makan makan makan!! Keep in touch, kids!

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic