Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Tuesday, October 26, 2010

HIDUP ADALAH VAKANSI UNTUK WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY

Image and video hosting by TinyPic

Menyimak album 'Vakansi' layaknya mendengar Aprilia Sari (Vokal), Rio Farabi (Gitar akustik, backing vokal), Saleh Husein (gitar elektrik, backing vokal), Ricky Surya Vargana (Bass, Cello, backing vokal), Aprimela Prawidyanti (Keyboards, Piano, Viola, backing vokal) dan John Navid (drum perkusi) menceritakan perjalanan hidup mereka yang mirip sebuah vakansi atau plesiran. Bukan sekedar vakansi di akhir pekan atau vakansi seminggu masa lebaran, tapi sebuah vakansi panjang menikmati hidup di Kepulauan Indonesia dan kadang - kadang di beberapa belahan dunia yang lain.

Album yang dirilis bulan oktober 2010 ini memuat 13 track dengan musik dan lirik yang berwarna - warni. Jangan lupakan juga kehadiran beberapa musisi hebat yang turut serta dalam proses rekaman seperti Oele Pattiselano dan Riza Arshad yang berperan sebagai pengisi gitar dan sound engineer di lagu 'Vakansi' atau seorang sakit jiwa seperti Oomleo yang sanggup membuat karya yang begitu indah di lagu 'Kisah dari Selatan Jakarta.'

'Vakansi' dibuka dengan lagu accapella berjudul 'Berjalan - jalan' dengan ilustrasi suasana lalu lintas di jalan raya. Lagunya simple, mirip lagu anak - anak yang menceritakan tempat liburan mereka namun tujuan akhirnya tetap ke pulau Dewata. 

'Senja Menggila' mungkin bisa direkomendasikan Foke untuk warganya yang setiap hari bergelut dengan kemacetan saat pulang kerja dan lantas menumpahkannya di timeline twitternya. Hasrat mencuri waktu untuk bersenang - senang hampir tak tersisa. Kalau anak mantan Gubernur Jakarta bilang 'same shit, different day'. Hey! Tapi masih ada ruang untuk bersenang - senang di mobil/bus/taxi/ojek karena lagu ini akan memaksa kita untuk bergerak mengikuti irama funk dengan pengaruh motown yang kuat. Beat that shit, my friends!

Image and video hosting by TinyPic

Track ke-4 berjudul 'Selangkah Ke Seberang' akan membuat kita spontan bersyukur dan berucap 'Ya Tuhan, terimakasih negara butut ini punya Fariz RM dan di industri musik yang carut marut ini masih ada White Shoes & The Couples Company dan terimakasih Kau pertemukan mereka pada suatu malam di konser majalah Rolling Stone dan jadilah mereka berkolaborasi di lagu ini.' Doanya agak kepanjangan yah? Tapi worth it, kok. TRUST!

Salah satu lagu favorit gue di album ini berjudul 'Rented Room'. Tentang memberikan waktu untuk diri kita sendiri karena kadang tak perlu orang lain untuk menyeselesaikan segala problema. Hanya diri kita dan sebuah ruangan yang tenang untuk berfikir dan akhirnya membuat kita bernafas lega. Lagu yang awalnya mellow berakhir up beat di outro-nya. Indah sekali.

Track terakhir di album ini... this is definitely the gong! Dengan semangat membara akan membuat kita berseru 'ANJING! ALBUM GOLDSTAR INI MAH!'. Single 'Matahari' menutup album Vakansi. Liriknya dibuat oleh David Tarigan, menceritakan indahnya Indonesia bagian timur di masa lampau. Sari menyempurnakan lagu ini dengan aksennya yang eksotis. Ingin rasanya segera memborong koteka dan menyantap Papeda selepas mendengar lagu ini. 

So i repeat, 'Vakansi' is GOLDFUKKINSTAR and you should grab it for yourself anytime soon!

Image and video hosting by TinyPic

Vakansi tracklist :

1. Berjalan - jalan

2. Zamrud Khatulistiwa

3. Senja Menggila

4. Selangkah Keseberang

5. Rented Room

6. Kampus Kemarau

7. Sans Titre

8. Hacienda

9. Masa Remadja

10. Ye Good Ol' Days

11. Vakansi

12. Kisah Dari Selatan Jakarta

13. Matahari

White Shoes & The Company bisa disapa lewat twitter mereka di : @WSATCC

Sunday, May 2, 2010

Killer Heels

Untuk acara D'Masiv Sabtu kemaren (30/4), Kimmie Shoes memberikan koleksi high heels super killer buat gue. This is my new love! Soalnya kalo beli high heels, pasti gue bermasalah sama bagian heelsnya. Kalo nggak kekecilan,kependekan,pasti bentuknya kaya celana cutbray, not my favorite thing.

But these oh-so-ultra-gorgeous-shoes are amazing! Tingginya 13cm dengan hak tebal, jahitannya enak daaaan since gue pecicilan anaknya, pake high heels ini terasa aman banget! Ngaku deh, sering kan kalo pake high heels sambil mempertaruhkan nyawa dan harga diri karena hak sepatu yang goyang kanan kiri? This one is solid as rock! So far ini produk lokal kota Solo dengan kualitas terkeren.NO LIE!

Anyway, mereka muncul di majalah Dresscode edisi Mei ini loh, Go check! Kalo mau liat koleksi Kimmie yang lain bisa cek disini. Check some random items dan bandingin harganya dengan sepatu high end dengan kualitas yang hampir sama. it will bring a huge smile on your face.

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic
PHOTOS TAKEN BY : Adia Prabowo

Wednesday, January 27, 2010

Free Music Of The Day : Adhitia Sofyan - Forget Your Plans




Forget Your Plans adalah rilisan terbaru dari singer-songwriter Adhitia Sofyan setelah bedroom musician ini merilis Quiet Down. Kalo album pertama bisa di download dengan gratis di blognya, pun dengan album baru ini. Andai semua musisi begini. (woot woot!? i'm a cheap ass, so what?)

Smooth and simple in a very good kind of way. Forget Your Plans dibuka dengan 'Forget Jakarta' yang menceritakan love and hate pada ibukota tanpa terdengar hectic. Gue suka pelafalan kata 'Jakarta' tidak terdengar kebule bulean seperti artis indo jerman itu, yang pasti dengan mantap mengucapkan 'Jekawta'. 'After The Rain (The Perfume Song)' is such a sweet toxic, seperti mencium parfum beraroma simple tapi membuat kita ingin menghirupnya terus menerus. Oh, dan ada track yang menceritakan tentang vampir jatuh cinta berjudul 'Immortal Mellow', jangan bayangkan vampir remaja berbedak tebal itu ah! Mari berfantasi dengan Alexander Skarsgard, laki - laki dan perempuan sama saja, his hotness is beyond.

Mendengarkan keseluruhan lagu membuat kita berpikir pasti menyenangkan seandainya hidup bisa sesimple dan menyenangkan seperti album ini. Seriously, bahkan cerita paling mellow terdengar enak untuk disimak. By the way, kesan kalian terhadap album ini akan lebih dalam kalau mengikuti tweet Adhitia Sofyan tentang proses rekaman tengah malam atau menunggu motor lewat dulu baru take vokal.

Adhitia Sofyan mungkin bukan jenis musisi yang akan kalian lihat mondar mandir di Inbox, Dering atau acara yang (maunya) sok TRL TRL-an itu. Dia jenis musisi yang ingin kita lihat di gig yang berlangsung intim, and the crowds simply want to sit down and relax the day away.


Download the album for free HERE, HERE and HERE

Forget Your Plans

1. Forget Jakarta
2. After The Rain
3. Carnival
4. Immortal Mellow
5. Gaze
6. Don’t Look Back
7. Secret
8. The Stalker
9. Dark Side
10. Midnight
11. In To The Light
12. Bandaged

Saturday, October 10, 2009

OWL CITY - OCEAN EYES



















Gue merasa musisi - musisi era social network semacam myspace, youtube, facebook atau situs apapun yang memungkinkan semua orang merilis sendiri musiknya hanya punya dua nasib, serasa diikuti dewi kwan im ... i mean dewi fortuna atau tetap under the radar dari perhatian penikmat musik digital. Owl city ditakdirkan untuk memiliki nasib yang pertama.

Dan Owl City seperti mengikuti jejak semua orang. One man band? check! Adam Young adalah Owl City. Terinspirasi nama tempat untuk nama panggung? check! Owl City diambil dari nama kotanya Owatonna. Hamba Mac? check! Album ini penuh dengan program MIDI, synthesizer dan drum loop dari efek komputer.


Jadi apa yang membuat album Ocean Eyes menjadi album digital terlaris di belakang Michael Jackson? Pemuda ini pintar sekali membuat tunes yang catchy! Dan alih - alih hanya mengandalkan bunyi - bunyian elektronik, Young juga memasukkan bunyi dari alat musik analog dan membuat pendengarnya tidak bosan ditengah jalan.

Ocean Eyes dibuka dengan single Cave In. Pilihan yang cerdas karena mewakili tema dari keseluruhan isi album ini. Lagu - lagu berikutnya rata - rata memiliki kesamaan tempo. Misalnya Umbrella Beach dan The Tip Of Iceberg yang sangat danceable atau Hello Seattle, Tidal Waves dan Fireflies, single pertama album ini dimana suara Adam Young terdengar sangat cute dengan awalan yang terasa manis lalu perlahan - lahan menghentak. The Bird and The Worm dan The Saltwater Room dimana Young mengundang Breanne Duren dari Swimming With Dolphins kental dengan nuansa akustik.

Tapi untuk lirik, walaupun tidak bisa dikatakan istimewa juga, Adam Young boleh dipuji soal berbagai macam tema dari yang penting semacam ngomongin Tuhan sampai yang nggak penting macam pura - pura jadi cacing, berdansa dengan kunang - kunang atau lagu yang harusnya jadi theme song iklan pasta gigi berjudul Dental Care, ini lagu bener - bener ngomongin orang yang pergi ke dokter gigi hahaha!

Overall, album yang banyak dibantu oleh Matt Thiessen dari Relient K ini cukup menghibur kok, walaupun kalau mendengar duabelas track secara utuh berasa dikasih minum sirup manis tapi kebanyakan sakarin. Batuk - batuk jadinya.


Tracklist
1. Cave In
2. The Bird and the Worm
3. Hello, Seattle
4. Umbrella Beach
5. The Saltwater Room
6. Dental Care
7. Meteor Shower
8. On the Wing
9. Fireflies
10. The Tip of the Iceberg
11. Vanilla Twilight
12. Tidal Wave



Thursday, October 8, 2009

DE JAVU PRIA SKANDINAVIA DI ALBUM KETIGA




















Karena harusnya judul album ini bukan Declaration Of Dependence tapi Quiet Is The New Loud Part II. seluruh materi album ini seakan memang dibuat untuk memberi ketenangan, terapi ditengah kebisingan musik elektronik yang kadang sering absurd namun terlihat sangat keren, just because some medias said so.

But yes, it's the new loud. Eirick dan Erlend membuat penggemar mereka menunggu nyaris lima tahun sejak Riot On An Empty Street yang dirilis tahun 2004. Rindu dendam yang ditumpahkan dengan materi album yang leaked duluan di internet beberapa saat sebelum rilis resmi Declaration Of Dependence 20 Oktober 2009.

Album ini membuat penantian bertahun - tahun terbayar. Belum - belum, dengan senang hati mungkin kita akan menjuluki album ini sebagai karya paling musikal, paling harmonis, paling serius tapi paling santai dengan absennya drum dan perkusi. Petikan gitar dan melodi yang halus terdengar sejak track pertama '24-25'. Single pertama mereka 'Mrs. Cold' sangat menyenangkan untuk di dengar, sangat laid back tapi menggoda untuk membuat kita berdansa dengan pelan. Vokal Erlend Oye yang lembut juga makin terasah dibeberapa lagu misalnya 'Freedom and It's Owner', 'My Ship Is'nt Pretty atau 'Power Of Not Knowing'.

Overall, tidak perlu terlalu cerdas untuk membayangkan keseluruhan album ini. Teka - teki seperti apa isi dalam albumnya tergambar jelas mulai dari cover album yang diambil di Mexico dua tahun yang lalu. Kings Of Convenience mendeklarasikan kemerdekaannya lewat lirik yang membicarakan kerinduan, tekanan, pengakuan dengan penuh optimisme ala kehidupan pantai. Luar biasa bagaimana semua itu hanya muncul dari dua orang dengan dua gitar akustik di keseluruhan album.

Ini album yang sangat bagus. Walaupun menurut gue, Kings Of Convenience kali ini terasa seperti seorang pacar yang nyaris sempurna. Kalem, bijaksana, menenangkan dan cerdas. Sayang, saat gue mengharapkan munculnya sisi nakal dan riang seperti 'I'd rather Dance With You' di album kedua mereka, hal itu tidak terpenuhi di Declaration Of Dependence ini. But really, it's so much worth to have this album.

Tracklisting

"24-25"
"Mrs. Cold"
"Me in You"
"Boat Behind"
"Rule My World"
"My Ship Isn't Pretty"
"Renegade"
"Power of Not Knowing"
"Peacetime Resistance"
"Freedom and Its Owner"
"Scars on Land"
"Second to Numb"
"Riot on an Empty Street"