Showing posts with label bali. Show all posts
Showing posts with label bali. Show all posts

Tuesday, December 7, 2010

I LEFT MY HEART IN UBUD

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Tuesday, October 19, 2010

CAFE MOKA

Terletak di Jalan Seminyak yang selalu ramai, Cafe Moka cukup mudah terlihat  berkat sign board  lumayan besar di depan kafe bernuansa Perancis ini.

Image and video hosting by TinyPic

Menu yang ditawarkan lengkap banget untuk breakfast, lunch, dinner maupun sekedar nyemil cake sambil ngopi - ngopi cantik. Sesuaikan aja pilihan dengan isi kantong karena semua makanan yang dipajang ada price tag-nya. 

Image and video hosting by TinyPic

Karena gue datang pagi hari, akhirnya milih breakfast set yang nggak terlalu berat (dan nggak mahal hehe). Namanya Trekking Breakfast yang terdiri dari sepotong cake, semangkuk yogurt isi buah dan sereal, segelas juice (banyak pilihan) dan secangkir kopi, teh, atau cokelat (pilih salah satu). 

Image and video hosting by TinyPic

Selain itu, kita juga bisa menikmati menu - menu lain mulai dari pasta, sandwich, salad, es krim, berbagai jenis cake. You name it! 

Untuk harga juga masih reasonable kok. 50K udah kenyang banget. Oh iya.  Selain di Seminyak, Kafe ini juga buka di Ubud.

IF IT'S FREE, WHY BUY?

Hello, kids! Gue masih berhutang beberapa posting soal Bali. Oh iya, sebelumnya terimakasih ya untuk respon positif atas posting gue soal traveling murah meriah di Bali. Hope you guys enjoy this one.

Salah satu hal yang paling menyebalkan saat liburan adalah orang - orang yang titip semua benda seakan - akan kita bepergian dengan koper penuh uang seperti mafia Italia. Bersikap kejamlah! Screw those cheap ass bitches! Bahkan, kejamlah terhadap diri sendiri dengan tidak membeli barang - barang yang melambai - lambai di setiap toko. Ingat saja prinsip 'PENGEN atau BUTUH?'

Nah, sebagai gantinya. Bawa saja beberapa souvenir yang bisa dibawa pulang secara gratis. Misalnya ini:

Kartu Pos
Image and video hosting by TinyPic
Hotel, mini market atau restoran di Bali biasanya punya satu rak khusus untuk menaruh kartu pos gratis. Sebenarnya, kartu - kartu ini adalah iklan dari berbagai industri mulai dari clothing, hospitality, delivery, shipping dan lain - lain. Uniknya, mereka mengemasnya secara cantik dalam bentuk kartu pos dan bisa diambil secara gratis. So grab them all!!

Free Magazines
Image and video hosting by TinyPic
Dengan industri pariwisata yang begitu besar, tidak heran jika banyak hotel, tempat belanja, gallery, restoran yang berlomba - lomba memamerkan produknya.

Serunya, banyak sekali free mags yang bisa didapatkan secara gratis. Misalnya majalah The Beat yang hadir dua minggu sekali dan bisa didapatkan di Circle K. Ada juga majalah Hallo dan Let's Eat yang mengupas kuliner Bali mulai dari harga sampai menu istimewanya. Bahkan tak jarang setiap daerah punya free mags sendiri, misalnya Ubud Community yang menampilkan segala event maupun hospitality service di Ubud. Ada pula majalah Agung yang mengupas pariwisata di daerah Bali Timur.

Mushroom
Image and video hosting by TinyPic
image from here

Ini sih rada langka ya. Tapi kalau mau cekikikan barang sehari dua hari tanpa harus beli dari pedagang mushroom yang ada di pojokan toko sepanjang Legian, kita bisa mencari mushroom di daerah pedesaan misalnya di daerah Balangan. Tinggal ijin aja sama pemiliknya terus cari sendiri di kebun, ukurannya lebih besar dan gratis, SERIUS! 

Oh iya, apakah gue sudah bilang kalau jamur - jamur ini tumbuh diatas pup sapi? 

Intinya sih, beli yang memang harus dibeli. Tapi kalau budget bisa dipakai untuk hal lain daripada beli oleh - oleh (ex: sewa motor/banana boat), dua dari tiga benda yang gue sebutkan tadi bisa dijadikan alternatif oleh - oleh buat orang rumah. Hehe!

Wednesday, October 6, 2010

MUST TRY IN BALI : S.O.S BAR

Image and video hosting by TinyPic

Satu hal yang harus kamu coba saat di Bali adalah menikmati ambient dari kafe, resto atau bar yang jumlahnya ratusan. Buatlah budget khusus karena kadang - kadang biayanya lumayan bikin manyun. Nggak usah datang ke banyak tempat, satu aja sekedar merasakan lifestyle of a rich and famous *gigit dompet*.

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

Awalnya gue dan ajiz mau dateng ke Rock Bar tapi berhubung sudah sore kita memutuskan untuk pergi ke Anantara Resort yang ada di Seminyak. Di resort itu ada bar uber cool yang terletak di lantai 4 bernama S.O.S (Sunset On Six). Sesuai namanya, emang paling seru datang kesini pas sore hari sambil menikmati sunset dan memandangi laut. Musik - musik a la Cafe Del Mar dari DJ Set atau live band yang membawakan musik jazz bikin kita jadi makin betah.

Image and video hosting by TinyPic

Yang bikin gue kaget harga di S.O.S termasuk affordable loh. Serius! Untuk tempat sekeren itu, harga makanan berkisar antara 35K (Hand Cut Chips With Tomato) hingga 100K (Grand Lamb Koffta). Martini, Margarita, Mojito berkisar antara 75K - 95K. Liquor macam Tequila atau Amaretto Disaronno rata - rata 65K sementara untuk Cognag berkisar antara 65K - 350K.

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

Selain itu, S.O.S juga menyediakan cerutu. Jadi kalau sok pengen terlihat seperti Fidel Castro silakan memilih cerutu harga paling murah, Romeo y Julieta No. 1 (125K) hingga yang termahal Cohiba Esplendidos (535K).

Image and video hosting by TinyPic

Satu hal yang bikin gue salut dari S.O.S adalah pelayanannya yang super ramah. Nggak peduli apakah lo datang untuk fine dining atau sekedar minum bir dengan kaos butut dan sendal jepit seperti gue. Semuanya mendapatkan keramahan yang sama. Awesome! Very recommended!

S.O.S Rooftop Bar

Anantara Resort

Jl. Abimanyu (Dhyana Pura)

Seminyak

Harga : 35K - 535K

Tuesday, October 5, 2010

HEAVENLY WARUNG LAOTA

Warung Laota terletak di Jl. Raya Kuta No. 530, Tuban, Bali. Jangan sampai kelewatan tempatnya ya, karena neon box-nya kurang mencolok. Yang jelas, warung ini deket banget dengan Nasi Pecel Ibu Tinuk yang populer itu. Cari papan nama Apotik Kimia Farma lalu Mini Mart dan sampailah kita di Warung Laota.

Image and video hosting by TinyPic

Warung ini buka selama 24 jam jadi kita bisa datang kapan saja. Gue datang jam tiga pagi sama Esti. Interiornya mirip dengan resto Chinese Food pada umumnya dengan pelayanan yang ramah. Terdapat akuarium yang menyimpan ikan, kodok, dan kepiting segar untuk dikonsumsi. Beberapa menu andalan ditulis di kertas karton dan ditempelkan ke dinding. Kalau asing dengan namanya, tanya saja. Waiternya akan menjelaskan dengan senang hati.

Beberapa menu yang gue ingat misalnya Bubur Sampan yang berisi ubur - ubur, potongan daging tipis dan garoupa fish. Kerapu Goreng Hongkong, Sapo tahu, Bubur Pelangi yang berisi berisi cumi, udang, ikan, kepiting dan telur dan masih banyak lagi.

Sebenarnya Bubur Pelangi lumayan menggoda, tapi akhirnya pilihan jatuh ke Bubur Kepiting Telur seharga 93K. Sedikit tips, jangan heboh pesan makanan sendiri - sendiri karena hampir seluruh menu disini hadir dengan porsi sekeluarga. Gede banget! Bisa dimakan 3 - 4 orang deh, makanya harga segitu lumayan terjangkaulah.

Image and video hosting by TinyPic

Bubur Kepiting telur bertekstur sangat lembut dengan isi daging dan telur kepiting yang berwarna orange. Soooooooo delicious! I SWEAR! Yang awalnya gue sok ogah - ogahan makan karena nggak suka kepiting, akhirnya nambah beberapa mangkuk saking enaknya.

Image and video hosting by TinyPic

Untuk tambahannya, kita bisa pesan cakwe sementara untuk minumnya cobain Teh Ocha. Nih warung recommended banget pokoknya. I shall return!

Warung Laota
Jl. Raya Kuta No. 530, Tuban, Bali.
Telp: (0361) 7429068
Harga : 30K - 250K


ALLEYCATS, THE REAL ENGLISH FOOD

Ada beberapa tempat makan yang gue cobain waktu ke Bali. Beberapa yang jadi favorit akan gue bikin postingannya sendiri. Salah satunya restoran ini.

Entah apa yang salah dengan Alleycats tapi banyak yang tersesat ketika mencarinya. Padahal mah gampang banget! Lokasinya berada di jalan Poppies II (dari Monumen Bom Bali I masuk gang kecil samping toko Billabong). Amati papan nama dengan tekun di gang ini, kalau sudah bertemu dengan Twice Bar milik Jerinx SID cari neon box Balita Inn setelah itu langsung ikutin penunjuk arahnya, masuk aja ke gang sempit dan kamu sudah sampai di AlleyCats.

Restoran ini terletak di sebuah rumah tua yang penuh dengan pepohonan rimbun dan ornamen batuan di tiang bangunannya. Terdapat bar, meja bilyard, TV layar datar, sofa serta meja kursi kayu yang diletakkan di halaman.

Image and video hosting by TinyPic

Gue kesana saat sarapan jadi Full English Breakfast sepertinya menarik untuk dicoba. Menu andalan Alleycats ini terdiri dari sosis, bacon, tomat panggang, mushrooms, telur mata sapi setengah matang, kacang merah & setangkup roti. Untuk minumnya kita bisa pilih kopi Bali atau Teh. Gue sarankan sih ambil kopi Bali aja, abis tehnya paling banter cuma teh celup Mari Bicara itu. Nggak enak! :D

Image and video hosting by TinyPic

Full English Breakfast seharga 45K ini hadir dengan porsi generous. Asli! Banyak banget! Disesuaikan sama perut bule sepertinya. Rasanya? Awesome! Bahkan pemiliknya yang orang Inggris asli mengklaim kalo Full English Breakfast buatan mereka adalah yang terenak seAsia Tenggara. Nggak tau tuh bener apa enggak.

Image and video hosting by TinyPic

Selain makanan Inggris, Alleycats juga menyediakan Indian Curry, Kottbullar dan Sunday Roast yang bisa dinikmati setiap Minggu jam 6 sore dengan reservasi terlebih dahulu. Minuman yang ada disini juga murah - murah loh. Coba deh andalan mereka Red Bull Vodka seharga 20K.

Banyak keseruan menanti kita di Alleycats, coba liat foto - foto pengunjung yang dipajang di dinding bar dan bertanyalah pada waitressnya bagaimana cara bersenang - senang disana! :)


Alleycats Restaurant

Jl. Poppies Lane 2

Harga 10K - 120K

Saturday, October 2, 2010

WHAT TO SEE IN BALI : KECAK FIRE & TRANCE DANCE

Hello kids! Sekarang kak Adia mengajak kalian ke Ubud. Gue datang ke desa ini khusus untuk menonton pertunjukan tari Kecak. Sebenernya di Uluwatu bahkan di Kuta juga ada pertunjukan tari Legong atau Kecak. Tapi sepertinya aura mistis (cieeh) masih kental jika kita menonton di Ubud. 

Image and video hosting by TinyPic

Banyak sekali sanggar tari yang menampilkan kedua tarian ini. Bahkan masing - masing banjar (dusun yang terdiri dari beberapa RW) memiliki jadwal pertunjukan masing - masing dan setiap hari mereka tampil di Istana Ubud, Puri Agung Peliatan, Padang Tegal, Pura Dalem Ubud, Pura Dalem Taman Kaja dan Pura Padang Kertha dan masih banyak lagi.

Pertunjukan tari Kecak maupun Legong biasanya dimulai pada pukul 19.00 atau 19.30 WITA. Saran gue datang setengah jam sebelumnya biar dapet tempat paling depan.Harga tiket 75K tapi worth it banget deh! Biasanya di depan istana Ubud (di sebelah Pasar Seni Ubud) ada orang yang menawarkan tiket pertunjukan tarinya, nah pilih aja mau nonton dimana. Atau kalau bingung, kalian bisa menghubungi Ubud Tourist Information di 0361-973285. Harganya sama aja kok.

Nah, kemaren itu gue nonton Kecak di Pura Dalem Taman Kaja yang berada di desa Pakraman Ubud. Ada sekitar 140 keluarga di desa ini dan hampir seluruh warganya terlibat dalam pertunjukan tari ini yang digelar setiap Rabu dan Sabtu. Biasanya uang yang didapat dari penonton selain dipakai untuk membayar para penari juga untuk pembangunan Pura di masing - masing Banjar. 

Kecak Fire & Trance Dance terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama adalah Tari Kecak yang menampilkan sekelompok pria yang duduk secara berkeliling dan melakukan gerakan berayun, berdiri dan berbaring secara bersamaan dan alat musiknya? Mulut! Nggak ada instrument musik sama sekali, mereka bergumam atau berteriak secara ritmik dengan kompak. So awesome! Nah ceritanya sendiri sih diambil dari kisah Ramayana.

Sesi kedua adalah pertunjukan tari Sanghyang Djaran. Tumpukan sabut kelapa dibakar dan masuklah seorang penari  dengan kuda mainan yang kesurupan nginjek - injek bara api tanpa kesakitan. Tarian ini katanya untuk menjaga masyarakat dari kekuatan jahat maupun wabah penyakit. Selesai menari, bapak Dana yang bertugas menjadi penari Sanghyang Djaran langsung dikasih air suci biar sadar lagi.

Makanya udah jauh - jauh sampe Bali jangan sampai nggak nonton pertunjukan tari ini. Durasi satu jam dengan tiket seharga 75K mungkin rada mahal. Tapi kan kamu sedang liburan, cyin! Ada beberapa hal yang memang harus dibayar untuk mendapat pengalaman yang tidak kita dapatkan di kota sendiri. 

Setelah ini, kita makan makan makan makan makan!! Keep in touch, kids!

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic


Friday, October 1, 2010

THINGS TO DO IN BALI : (WINDOW) SHOPPING

Image and video hosting by TinyPic

Kali, gue akan sharing tips tentang shopping, shopping and shopping! Dengan budget yang tak terlalu besar, ini yang bisa kita nikmati:

1. Window Shopping at Kuta
Di Sepanjang Legian-Seminyak-Kerobokan berdiri butik maupun workshop super keren yang walaupun cuma diliat aja udah bikin seneng. Jangan buru - buru kalap belanja di sembarang toko kalo nggak mau jatuh miskin dalam waktu kurang dari lima menit. Toko - toko ini sepertinya memang ditakdirkan untuk dompet bule jadi berbahagialah hanya dengan melihat dari jendela saja.

2. Pasar Tradisional
Image and video hosting by TinyPic

Pasar Adat Kuta, Pasar Seni Ubud, Pasar Kerobokan adalah tempat yang bisa dijadikan pilihan berikutnya. Di Pasar Kerobokan yang terletak di perempatan toko Lio, setiap sore selalu ramai dengan penjual makanan khas Bali. Disana, gue mencoba sambal Bongkot, Lawar, Sate Lilit, Tipat Cantok yang kalo ditotal semuanya nggak nyampe 20K.

Image and video hosting by TinyPic

Di pasar seni Ubud, banyak barang - barang seni keren. Pasar yang sempat dijadikan lokasi syuting Eat Pray Love ini menjual patung, cinderamata, selimut khas ubud, peralatan spa, sampai rempah - rempah eksotis yang banyak diburu turis. Pintar menawar akan menjadi keuntungan tersendiri karena mereka lumayan sadis menyebut harga. Kalau mau barang yang sama dengan harga yang lebih rendah, kalian bisa pindah ke Pasar Sukawati yang letaknya tak terlalu jauh dari Pasar Seni Ubud.

3. Geneva Handicraft Centre
Image and video hosting by TinyPic

Suatu saat gue melihat gantungan kunci berbentuk lampu disko di area Kuta. Tertarik, bertanyalah gue berapa harganya sama yang jual. Dia menyebut angka 15oK! Fukkin Ripped Off!! Lalu seorang teman ngasih tau kalau mau beli oleh - oleh murah meriah mendingan dateng ke toko Geneva aja. Di toko ini, gue melihat barang yang sama persis dengan gantungan kunci yang gue taksir dengan harga 5K saja!

Inilah toko besar yang menjual ribuan cinderamata yang bukan hanya berasal dari Bali tapi juga dari seluruh Indonesia dengan harga grosir. Harganya dari ratusan rupiah sampai jutaan. Gue bilang sih lebih enak belanja disini, nggak pusing nawar - nawar dan udah pasti harganya lebih murah. Terletak di Jalan Kerobokan 100 Kuta - Bali, Geneva buka setiap hati mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam.

4. Billabong Factory Outlet
Liat para surfer berbodi aduhai mungkin bikin kalian berdandan seperti mereka. Komentar gue ... d'oh! lupakan saja! Tapi bukannya kalian nggak bisa pake apa yang mereka pake loh. Nah, daripada tekor gara - gara belanja baju - baju atau aksesoris ala surfer di daerah legian, lebih baik kalian datang ke Billabong Factory Outlet yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai No. 11G Kuta. Menyediakan barang - barang dari brand Billabong, Oakley, Roxy dll tapi harganya bisa didiskon sampai 90%! Lumayan kan bisa bergaya (maunya) seperti surfer beneran?

Berikutnya, kita ke Ubud! Ngapain? Cak cak cak cak cak cak cak!!! Itu clue-nya! Stay tuned, kids!

THINGS TO DO IN BALI : A FLY IN A CHAMPAGNE

Kesal memandangi surfer wannabe yang belajar surfing di Pantai Kuta dan jatuh setiap tiga detik ke laut karena keseimbangan yang payah? Gue juga! Untuk itu lakukan hal berikut: Naik motor atau mobil sewaan menuju arah Garuda Wisnu Kencana. Di perempatan supermarket Nirmala belok kanan, terus sampai ketemu Pathung Bayi. Oh, salah! Itu sih jalan ke Ubud! Kita akan menuju ke Pantai Balangan, melewati jalanan kecil yang berkelok - kelok. Jangan lupa rajin - rajinlah bertanya ya, supaya tidak tersesat!

Bayar parkir 3K untuk motor dan 5K untuk mobil, turun sedikit dan tampaklah pemandangan super awesome! Pantai putih, pohon kelapa yang berjajar rapi dan deretan rumah beratap rumbai. Pantai Balangan adalah pantai pribadi milik Bapak Wakil yang dibuka mulai tahun 2009. Jarang sekali orang lokal datang kesini, paling warga sekitar. Pengunjung paling banyak adalah surfer - surfer keren yang sudah mahir beraksi di ombak ganas.

And yes, like Kelly Slater's movie. They fly in a champagne. We are free to witness.

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic