Tuesday, October 19, 2010

IF IT'S FREE, WHY BUY?

Hello, kids! Gue masih berhutang beberapa posting soal Bali. Oh iya, sebelumnya terimakasih ya untuk respon positif atas posting gue soal traveling murah meriah di Bali. Hope you guys enjoy this one.

Salah satu hal yang paling menyebalkan saat liburan adalah orang - orang yang titip semua benda seakan - akan kita bepergian dengan koper penuh uang seperti mafia Italia. Bersikap kejamlah! Screw those cheap ass bitches! Bahkan, kejamlah terhadap diri sendiri dengan tidak membeli barang - barang yang melambai - lambai di setiap toko. Ingat saja prinsip 'PENGEN atau BUTUH?'

Nah, sebagai gantinya. Bawa saja beberapa souvenir yang bisa dibawa pulang secara gratis. Misalnya ini:

Kartu Pos
Image and video hosting by TinyPic
Hotel, mini market atau restoran di Bali biasanya punya satu rak khusus untuk menaruh kartu pos gratis. Sebenarnya, kartu - kartu ini adalah iklan dari berbagai industri mulai dari clothing, hospitality, delivery, shipping dan lain - lain. Uniknya, mereka mengemasnya secara cantik dalam bentuk kartu pos dan bisa diambil secara gratis. So grab them all!!

Free Magazines
Image and video hosting by TinyPic
Dengan industri pariwisata yang begitu besar, tidak heran jika banyak hotel, tempat belanja, gallery, restoran yang berlomba - lomba memamerkan produknya.

Serunya, banyak sekali free mags yang bisa didapatkan secara gratis. Misalnya majalah The Beat yang hadir dua minggu sekali dan bisa didapatkan di Circle K. Ada juga majalah Hallo dan Let's Eat yang mengupas kuliner Bali mulai dari harga sampai menu istimewanya. Bahkan tak jarang setiap daerah punya free mags sendiri, misalnya Ubud Community yang menampilkan segala event maupun hospitality service di Ubud. Ada pula majalah Agung yang mengupas pariwisata di daerah Bali Timur.

Mushroom
Image and video hosting by TinyPic
image from here

Ini sih rada langka ya. Tapi kalau mau cekikikan barang sehari dua hari tanpa harus beli dari pedagang mushroom yang ada di pojokan toko sepanjang Legian, kita bisa mencari mushroom di daerah pedesaan misalnya di daerah Balangan. Tinggal ijin aja sama pemiliknya terus cari sendiri di kebun, ukurannya lebih besar dan gratis, SERIUS! 

Oh iya, apakah gue sudah bilang kalau jamur - jamur ini tumbuh diatas pup sapi? 

Intinya sih, beli yang memang harus dibeli. Tapi kalau budget bisa dipakai untuk hal lain daripada beli oleh - oleh (ex: sewa motor/banana boat), dua dari tiga benda yang gue sebutkan tadi bisa dijadikan alternatif oleh - oleh buat orang rumah. Hehe!

0 comments: