Showing posts with label Lokananta. Show all posts
Showing posts with label Lokananta. Show all posts

Tuesday, November 20, 2012

FESTIVAL LOKANANTA



the ThiNK organizer bekerjasama dengan Perum PNRI Cabang Surakarta Lokananta menggagas sebuah event bernama FESTIVAL LOKANANTA yang akan berlangsung selama dua hari, 30 November – 1 Desember 2012.  Dengan 2 panggung musik yang akan menampilkan beberapa artis nasional dari beragam genre seperti Seringai, Homogenic, down for life, Orkes Keroncong Swastika, Samalona, dll.

Festival Lokananta juga akan ditunjang dengan beberapa kegiatan lainnya seperti workshop rekaman bekerjasama dengan 3dB dan Garasi Indie,  pemutaran film dokumenter musik dan film pendek bekerjasama dengan Liar Liar Film, pameran Fotografi bertema konser dan musik serta tidak ketinggalan beberapa booth penjualan merchandise musik dan alat musik.


DETAILS
FIELD STAGE
Lapangan Lokananta
Panggung outdoor skala besar dengan berbagai komunitas dan jenis aliran musik.
Talent                   : Seringai, Homogenic, Down For Life, dll

PARK STAGE
Taman Tengah Lokananta
Panggung skala kecil dengan musik keroncong dan akustik.
Talent                   : Orkes Swastika, Orkes Tirta Lawu, Accoustic band

RECORDING CLASS
Studio recording room Lokananta.
Workshop tentang recording music, “Bagaimana Recording Dengan Baik dan Benar”.
Talent                   : Lokananta, 3dB, Garasi Indie

MOVIE CLASS
Space room Lokananta.
Komunitas film yang memperkenalkan film-film musik, pendek dan indie dari berbagai daerah.
Talent                   : Edmond Waworuntu, Eric Soekamti, Bogalakon Pictures, Liar Liar

PAMERAN STAGE PHOTOGRAPHY
Space room Lokananta
Pameran fotografi panggung
Talent                   : Fotografer – fotografer Kota Solo

TIKET

Presale terusan (2 hari) : 25 ribu

Per hari 15 ribu

On spot per hari 20 ribu

Ingat, tiket presale dijual dalam jumlah terbatas jadi segera beli ya. 

Info: 085725191666, twitter : @belukarcult

Monday, November 19, 2012

Ikuti Pameran Foto Konser dan Musik di Festival Lokananta


Bagi pecinta fotografi yang memiliki stock foto konser atau yang bertemakan musik, yuk ikutan Pameran Foto Konser dan Musik yang menjadi bagian dari event Festival Lokananta. Acara yang akan menampilkan Seringai dan Homogenic ini akan digelar selama dua hari, Jumat 30 November - Sabtu 1 Desember 2012 (13.00 - Selesai) di Lokananta Studio Jl. A. Yani no 379 solo.

Nah, kalau kamu tertarik dan ingin berpartisipasi mengikuti pameran, coba simak tata caranya :



  • Membayar Rp. 25.000,- untuk 1 foto kategori cetak 12R atau Rp. 125.000,- untuk 1 foto kategori cetak 22R.
  • Peserta pameran maksimal mengumpulkan tiga file foto ( high resolution ).
  • Peserta yang mengikuti pameran foto akan mendapatkan
    ID card dan free masuk acara selama 2 hari.
  • Foto paling lambat diterima tanggal 25 November 2012.
  • Karya foto yang sudah di cetak akan di kembalikan setelah acara pameran selesai.

Info lebih lanjut, sila hubungi :

1. DhikyAditya : 085 - 641055081, Pin 3250fa80
2. Savi :085 - 647109996, Pin 324da4d2

Wednesday, October 31, 2012

Pukul Lima Hingga Lokananta Terselamatkan




Saya selalu percaya bahwa ketika kita memiliki niat baik, maka seluruh semesta akan berkonspirasi untuk mewujudkannya. Siapa sangka pembicaraan via whatsapp bisa mengumpulkan hampir 250 anak muda di dalam sebuah studio, tempat Gesang merekam karya masterpiece-nya. Ruangan yang siang harinya berhasil membuat saya flu saking dinginnya, makin malam berubah jadi luar biasa panas saking penuhnya. 




Dua hari lalu, 28 Oktober 2012 bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, ratusan anak muda kembali ke ground zero musik Indonesia. Tempat disimpannya 45000an piringan hitam dan 5000an pita master yang menghubungkan kami dengan sejarah Indonesia di masa lalu. Yang kegiatannya  sempat mengalami hiatus dan bahkan ketika studionya sudah dibenahi keberadaannya seakan hidup segan, mati enggan. Ya, kami kembali ke Lokananta.


Pukul 18:30. Mas Bembi, salah satu karyawan Lokananta mengeluarkan sebuah vinyl dari bungkusnya yang sudah usang. Merinding rasa hati ketika mendengarkan suara Ir. Soekarno memproklamasikan Indonesia ini sebagai tanah yang merdeka lalu disambung lagu kebangsaan Indonesia Raya karya WR. Soepratman. Ya, kami berkesempatan untuk mendengarkan rekaman aslinya, karena kami kembali ke Lokananta.


Saya lantas mengundang mas Wendi Putranto dari Rolling Stone Indonesia untuk berbagi cerita tentang Lokananta, record label pertama di Indonesia yang namanya digagas oleh R. Maladi. Berdiri tahun 1956, tugas utama Lokananta kala itu adalah merekam lagu dan pidato - pidato penting dari Presiden Soekarno lalu diproduksi dalam format vinyl sebagai bahan siaran RRI (Radio Republik Indonesia). Banyak anak muda yang kaget ketika mengetahui bahwa tipe mixer yang terdapat di studio Lokananta hanya ada dua di dunia. Satu di BBC, satu lagi di Lokananta, kualitas rekamannya setara dengan studio Abbey Road!

Lokananta menyimpan rekaman - rekaman berharga. Tapi sayangnya karena kesulitan dana, pita master maupun piringan hitam yang disimpan disana mustahil untuk mendapatkan perawatan yang layak. AC dimatikan ketika karyawan pulang, padahal rekaman - rekaman itu harus berada dalam ruangan yang suhunya terjaga. Tak heran hampir 30 persen koleksi Lokananta kini rusak, lebih mengenaskan lagi karena banyak vinyl maupun pita master yang terpaksa dijual demi bisa menutup biaya operasional. Untunglah, Mas Bembi berhasil menyelamatkan ribuan rekaman fisik lewat proses digitalisasi. Dua setengah tahun, ia berhasil menyelesaikan hampir 95 persen dari sekitar 5000an master rekaman. 


Haru ketika tahu Sahabat Lokananta bukan hanya berasal dari Solo, tapi ada yang jauh - jauh datang dari Purwokerto, Magelang, Jogja dan Semarang. Bahagia ketika tahu mereka bukan cuma mendengarkan cerita, tapi juga berbagi ide dan masukan demi kebaikan Lokananta di kemudian hari. Senang  ketika anak muda yang awalnya hanya mendengar cerita atau bahkan tak peduli pada Lokananta akhirnya mendeklarasikan dua hal, akan mencintai musik Indonesia dari titik nol dan tak akan meninggalkan Lokananta. Berkaca - kaca ketika banyak anak muda yang antusias bukan hanya pada White Shoes and The Couples Company, tapi juga memberikan apresiasi yang luar biasa ketika musisi tua berusia 86 tahun begitu prigel mengiringi mbak Endah Laras menyanyikan lagu - lagu keroncong.



Lalu apa lagi setelah ini? Ayo kembali ke Lokananta! Tak perlu menunggu orang lain memulai karena saya, kamu, kita semua bisa berpartisipasi melakukan banyak hal agar Lokananta terselamatkan. Muluk - muluk? Mungkin. Tapi lebih baik muluk - muluk daripada apatis tak melakukan apa - apa.

Angkat topi untuk semua yang bekerja keras mewujudkan hal kecil yang semoga membawa perubahan besar suatu hari nanti. Pihak Lokananta yang  menyambut acara sederhana ini dengan tahan terbuka, Bapak Pendi, Mas Andi, Mas Bemby, Ibu Titik. Intan Anggita, Wendi Putranto, Stephanus Adjie, Mbak Endah Laras, seniwati bersuara dan berhati emas dan teman - teman yang begitu dermawan meluangkan waktu dan tenaganya membersihkan ruangan, mengangkat gamelan, melancarkan jalannya Sahabat Lokananta hari itu. You know who you are!

Selamat ulang tahun Lokananta, kami tak akan meninggalkanmu.